Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Alain Juppe yakin, pemerintahan Assad sudah hampir pasti akan jatuh di bawah tekanan para demonstran dan sanksi-sanksi, meski itu akan memakan waktu mengingat kompleksnya politik dalam negeri dan regional.
Demonstrasi antipemerintah di Suriah hingga kini telah berlangsung 7 bulan. Pemerintahan Assad pun terus melancarkan kekerasan terhadap para demonstran. Uni Eropa kini memperluas sanksi-sanksi terhadap Assad dan pemerintah Suriah setelah China dan Rusia menggagalkan upaya negara-negara Barat untuk mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam kekerasan aparat Suriah terhadap para demonstran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan berakhir dengan kejatuhan rezim, itu hampir tak bisa dihindari, namun sayangnya itu bisa memakan waktu dikarenakan situasinya kompleks, karena ada risiko perang sipil antara faksi-faksi Suriah, karena negara-negara Arab sekitar tidak menginginkan kami ikut campur," imbuh Juppe.
Menurut Juppe, sebagian besar bangsa Arab menentang aksi militer terhadap Suriah, namun Turki semakin dekat ke posisi Barat dan telah mulai mendesak pemerintah Suriah untuk menghentikan operasi antidemonstran.
Menurut perkiraan PBB, sekitar 3 ribu orang telah tewas selama pergolakan di Suriah.
(ita/vit)











































