Demikian disampaikan seorang pejabat tinggi etnis Tuareg di Niger seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (26/10/2011). Menurut pejabat tersebut, Saif dikawal oleh warga etnis Tuareg yang merupakan salah satu pendukung kuat Khadafi.
Pemerintah Niger sebelumnya telah menyatakan, anggota-anggota rezim Khadafi bisa mendapatkan suaka di negeri itu. Pemerintah Niger pun berjanji tidak akan menyerahkan mereka ke Libya tanpa adanya jaminan keselamatan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meneruskan perlawanan kami. Saya ada di Libya, masih hidup, bebas dan berniat membalas dendam," kata Saif saat itu.
"Saya katakan, enyahlah kalian tikus-tikus dan NATO di belakang kalian. Ini negara kami, kami tinggal di sini dan kami mati di sini dan kami sedang meneruskan perjuangan," cetus Saif.
Pesan Saif itu disiarkan di stasiun televisi Suriah, Al-Rai pada Minggu, 23 Oktober lalu. Tidak jelas apakah siaran itu merupakan tayangan langsung atau rekaman.
(ita/vit)











































