Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, pemerintah Turki telah meminta bantuan via kedutaan Israel di Turki. Permintaan itu disampaikan setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menawarkan bantuan lewat pembicaraan telepon dengan PM Turki Tayyip Erdogan setelah gempa mengguncang Minggu, 23 Oktober lalu.
Juru bicara Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan, pada Rabu sore waktu setempat, sebuah pesawat akan terbang dari Israel menuju Turki untuk mengirimkan beberapa rumah mobile. Setelah itu pesawat-pesawat lainnya juga akan mengantarkan barang bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang memeriksa apa yang bisa kami lakukan, dan kami akan melakukan apapun yang kami bisa," kata Palmor seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (26/10/2011).
Di Ankara, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, pemerintah Turki telah meminta bantuan berupa rumah-rumah mobile atau buatan pabrik serta tenda-tenda dari sekitar 30 negara.
"Kami memberitahu semua negara yang menawarkan bantuan, termasuk Israel, soal permintaan barang-barang tertentu untuk material pascadarurat, seperti rumah-rumah buatan pabrik, kontainer dan tenda-tenda," kata pejabat Turki tersebut.
Sebelumnya, Deputi PM Turki Bulent Arinc membantah rumor bahwa Ankara telah menolak tawaran bantuan dari Israel.
Israel yang secara geografis berdekatan dengan Turki, telah mengirimkan tim penyelamat dan peralatan ke Turki setelah gempa berkekuatan 7, 2 Skala Richter itu mengguncang. Sementara Turki juga telah mengirimkan sejumlah pesawat pemadam kebakaran pada Desember 2010 lalu guna membantu Israel memadamkan kebakaran semak yang menewaskan 41 orang.
(ita/vit)











































