"Ini suatu keajaiban. Saya sangat senang. Apa yang bisa saya katakan, kami telah menunggu selama dua hari.? Kami telah kehilangan harapan ketika kami pertama kali melihat gedung," kata paman si bayi, Senol Yigit sambil terisak-isak, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/10/2011)
Tak hanya Azra, Ibu dan nenek bayi tersebut juga berhasil dikeluarkan hidup-hidup oleh tim SAR dengan tandu. Aksi penyelamatan dramatis Azra dan ibunya tersebut disambut tepuk tangan gembira dari para warga yang menyaksikan di tengah rintik hujan.
Azra Karaduman nama lengkap bayi tersebut. Azra yang artinya kemurnian atau tersentuh dalam bahasa Arab, tertimbun puing-puing reruntuhan apartemen selama dua hari bersama ibunya. Namun bayi mungil tersebut berhasil selamat saat Tim SAR berhasil mengeluarkannya dari puing.
Korban tewas akibat gempa 7,2 SR pada hari Minggu (23/10) naik menjadi 432, dari 366 sebelumnya. Data korban meninggal ini diduga akan terus meningkat karena hingga kini masih banyak warga yang dinyatakan hilang.
Ribuan warga juga terpaksa harus menghabiskan malam ketiga dalam suhu beku di tenda-tenda yang penuh sesak atau berkerumun di sekitar api di daerah rawan gempa di provinsi Van, dekat perbatasan Iran.
(her/mpr)











































