Pemerintah Amerika Serikat juga mendesak dilakukannya penyelidikan tersebut. Hal itu disampaikan Asisten Menlu AS Bidang Asia Timur dan Pasifik, Kurt M. Campbell kepada para wartawan.
"Pada intinya, kami mengetahui soal peperangan yang cukup besar di Libya yang menewaskan Khadafi. AS mendesak dilakukannya penyelidikan atas kematian Muammar Khadafi," ujar Campbell dalam jumpa pers di kediaman Dubes AS di Jakarta, Selasa (25/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya telah mengumumkan pembentukan komisi yang akan menyelidiki kematian Khadafi. Pengumuman itu disambut gembira oleh badan Komisi Tinggi PBB Urusan HAM yang menyerukan penyelidikan soal itu.
"Kami menyambut baik pembentukan komisi penyelidik," ujar Ravina Shamdasani, juru bicara Ketua Komisi Tinggi PBB Urusan HAM seperti dilansir AFP, Selasa (25/10/2011).
"Kami menekankan pentingnya untuk memastikan bahwa proses yang benar diikuti dan sesuai dengan hukum internasional dalam memperlakukan semua tahanan," tandasnya.
Sehari setelah Khadafii tewas, Ketua Komisi HAM PBB Navi Pillay mengatakan, kondisi seputar kematian Khadafi tidak jelas dan karenanya penyelidikan harus dilakukan.
Dari rekaman gambar ponsel yang beredar memperlihatkan bahwa Khadafi ditangkap dalam keadaan berdarah-darah namun masih hidup dan kemudian dibunuh oleh para pemberontak Libya yang menangkapnya. Bahkan dalam salah satu rekaman terlihat bahwa sebelum tewas Khadafi sempat disodomi dengan semacam alat oleh seorang pemberontak.
(ita/vit)











































