Sebab, Wikileaks sedang kesulitan dana pasca blokade keuangan dari Mastercard, Visa, Paypal dan Western Union.
"Sekarang kami menghentikan sementara operasi penerbitan (dokumen rahasia) untuk agresif menggalang dana," kata pendiri Wikileaks, Julian Assange seperti dikutip dari news.com.au, Senin (24/10/2011).
Assange menyatakan, pasca blokade lembaga keuangan sejak Desember tahun lalu, membuat keuangan Wikileaks turun hingga 95 persen. Dengan blokade itu, Wikileaks kesulitan mendapatkan donasi karena fasilitas pembayaran online dihentikan secara sepihak.
"Blokade keuangan sewenang-wenang dan melanggar hukum. Serangan itu telah menghancurkan 95 persen dari pendapatan kami," tambahnya.
Saat ini, Wikileaks sedang melakukan upaya hukum dengan melayangkan gugatan ke Komisi Eropa. Diharapkan, pertengahan November nanti Komisi Eropa akan memutuskan apakah Mastercard cs bersalah atau tidak.
"Kami telah memulai pra-litigasi tindakan terhadap blokade di Islandia, Denmark, Inggris, Brussel, Amerika Serikat dan Australia. Kami telah mengajukan pengaduan anti-trust di Komisi Eropa dan mengharapkan keputusan pada pertengahan November, apakah Otoritas Komisi Eropa akan membuka penyelidikan penuh ke dalam kesalahan Visa dan MasterCard," tegas Assange.
Sebelumnya Wikileaks membuat pejabat AS marah karena membeberkan puluhan ribu kabel rahasia diplomatik kepada publik luas. Rahasia tersebut terkait dengan operasi perang di Irak dan Afghanistan. Rahasia lain soal penilaian jujur para diplomat AS di berbagai dunia mengenai kelakuan pemimpin dunia. Saking jujurnya, penilaian tersebut kadang memalukan.
(Ari/anw)











































