Dalam serangan tersebut, menurut juru bicara militer Filipina Mayor Harold Cabunoc, dua pesawat penyerang OV-10 membombardir sebuah desa terpencil di pinggiran Kota Payao di Kepulauan Mindanao, tempat para pemberontak MILF bercokol sejak pekan lalu.
"Serangan-serangan pengeboman dimulai pada pukul 11.30 hari ini," kata Cabunoc seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (24/10/2011). "Sekitar 100 bandit bersenjata lengkap bersembunyi di bunker-bunker dan parit-parit," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini belum ada laporkan mengenai korban jiwa. Namun militer Filipina menyatakan, sekitar 3 ribu warga sipil telah meninggalkan wilayah tersebut pekan lalu.
Menurut juru bicara militer wilayah setempat, Letkol Randolph Cabangbang, kelompok bersenjata yang menjadi target gempuran adalah para pemberontak MILF yang terlibat dalam aksi-aksi penculikan dan aktivitas lainnya.
Meski pemerintah telah terlibat dalam serangkaian pembicaraan damai dengan kepemimpinan MILF sejak tahun 2003 dan kedua pihak belakangan ini tengah melakukan gencatan senjata, namun helompok yang menjadi target gempuran hari ini adalah faksi yang melepaskan diri dari kepemimpinan MILF.
"Ini pertama kali sejak 2008, namun saya ingin menekankan bahwa pemberontak yang kami kejar adalah yang beroperasi di luar kendali kepemimpinan MILF," kata Cabangbang.
MILF yang berkekuatan 12 ribu orang telah melancarkan pemberontakan sejak tahun 1970-an di Mindanao, Filipina selatan.
(ita/vit)











































