Hingga malam turun, Minggu (23/10/2011), regu penyelamat terus berjuang menggali puing-puing bangunan untuk menemukan korban. Warga yang beruntung terhindar dari marabahaya pun ikut melakukan pencarian dengan tangan kosong dan pencahayaan seadanya.
"Kami mendengar tangisan dan rintihan dari bawah puing-puing," kata Halil Celik, salah satu warga Kota Van yang terlibat dalam evakuasi itu seperti dikutip reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil PM Turki Besir Atalay menyatakan, puluhan bangunan di Van, yang tidak jauh dari perbatasan dengan Iran, hancur. Jumlah lebih banyak lagi ditemukan di distrik Ercis.
Belum ada data pasti mengenai jumlah korban tewas. Sumber di RS di ercis menyatakan, ada lebih dari 50 mayat yang dibawa ke RS tersebut. Selain itu, 45 warga juga dilaporkan luka-luka.
Direktur Pusat Riset Gempa Kandilli, Mustafa Erdik, memperkirakan ribuan bangunan di Van rusak. Gempa juga diperkirakan menimbulkan korban jiwa dari 500 hingga 1.000 orang. Kantor berita China Xinhua menyebut ada 30 orang tewas di Ercis.
Gempa 7,2 SR (versi USGS 7,6 SR) melanda tenggara Turki (sebelumnya disebut timur laut) pada pukul 10.41 waktu setempat. Gempa terjadi pada kedalaman 5 Km. Sebelumnya, terjadi 2 kali gempa di Turki pada 2009 dan menyebabkan puluhan ribu warga Turki tewas.
(irw/asp)










































