"Kami sepakat bahwa misi kami telah sangat mendekati penyelesaian dan kami telah mengambil keputusan awal bahwa misi Operation Unified Protector berakhir pada 31 Oktober," ujar Kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen seperti dilansir AFP, Sabtu (22/10/2011).
Rasmussen mengumumkan hal tersebut usai berdialog dengan perwakilan 28 negara anggota NATO di Brussel, Belgia. Ditambahkan dia, pihaknya masih akan mengkonsultasikan lebih lanjut keputusan tersebut dengan sejumlah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat bangga dengan pencapaian kami, bersama dengan partner kami, termasuk sejumlah negara dari berbagai wilayah," tutur Rasmussen.
Meski telah mengakhiri misinya di Libya kelak, Rasmussen manyatakan, NATO tetap akan memantau situasi Libya dari jauh. Hal ini dalam rangka memastikan keamanan warga sipil Libya.
"Memonitor situasi dan mempertahankan kapasitas dalam merespons ancaman terhadap warga sipil, jika diperlukan," ucapnya.
Saat ditanya soal serangan udara NATO terhadap rombongan mobil Khadafi di dekat Sirte, Kamis (20/10) lalu, Rasmussen menegaskan, NATO tidak pernah menjadikan Khadafi sebagai target serangan.
Menurut Rasmussen, tentara NATO mengetahui lokasi mereka dari pengalaman sebelumnya. Aliansi militer transatlantik yang membantu NATO bahkan tak menyadari persembunyian Saif al-Islam, anak Khadafi.
Rasmussen pun mendesak pemerintah transisi Libya untuk menghormati hak asasi manusia, siapapun itu. "Hidup menghormati hak asasi manusia, termasuk transparansi total," tandasnya.
Menurut perhitungan, sepanjang melakukan operasi militer di Libya, NATO telah melakukan 26.156 serangan udara, diantaranya 9.364 serangan mendadak. NATO memulai misinya menjalankan mandat PBB untuk melindungi warga sipil daro ancaman rezim Khadafi di Libya pada 31 Maret 2011 lalu. Saat itu, NATO mengambil alih kendali udara dan laut yang sebelumnya dipegang Perancis dan Inggris.
Pada Kamis (20/10) lalu, pesawat NATO berhasil menemukan iring-iringan 11 kendaraan berisi pasukan pendukung Khadafi. Iring-iringan tersebut kemudian diketahui merupakan bagian dari iring-iringan yeng lebih besar terdiri atas 75 kendaraan yang bermanuver di sekitar Sirte.
Namun serangan NATO hanya berhasil melumpuhkan satu kendaraan saja. Kendati demikian, hal ini mampu mengganggu iring-iringan dan membuat banyak kendaraan berubah arah.
Setelah itu, tentara NATO menyergap iring-iringan lain yang terdiri sekitar 20 kendaraan. Sekitar 10 diantaranya berhasil dihancurkan. Dan serangan kali ini mengenai Khadafi.
"Serangan ini banyak berkontribusi pada penangkapannya," ujar NATO saat itu sambil merujuk kepada Khadafi.
(nvc/rdf)











































