"Nasib tak terelakkan bagi semua diktator dan penindas yang tidak menghargai hak-hak rakyat mereka adalah kehancuran," cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir AFP, Jumat (21/10/2011).
"Republik Islam Iran menyambut kemenangan besar ini dan mengucapkan selamat pada rakyat muslim Libya dan Dewan Transisi Nasional (National Transitional Council atau NTC)," kata Mehmanparast.
Menurut petinggi Iran itu, dengan kematian Khadafi maka tak ada lagi alasan bagi intervensi militer asing di Libya.
"Penting bagi pasukan asing untuk mundur secepatnya guna memungkinkan rakyat Libya menentukan masa depan mereka sendiri," tegas Mehmanparast.
Pemerintah Iran selama ini mendukung revolusi Libya yang telah berlangsung 8 bulan dan berakhir dengan kematian Khadafi. Meskipun pemerintah Iran tidak memberikan pengakuan resmi akan NTC yang dibentuk para pemberontak, namun Iran mengirimkan bantuan kemanusiaan dan secara konsiten menyampaikan dukungan bagi upaya pemberontak untuk mengakhiri kekuasaan Khadafi. Meski begitu Iran juga berulang kali menentang serangan-serangan udara yang dilancarkan NATO di Libya.
(ita/vit)











































