Pernyataan kontroversial itu dilontarkan Hirano dalam pertemuan dengan para kolega Partai Demokrat Jepang di Kota Nihonmatsu, prefektur Fukushima.
"Ada mereka yang pergi ke tempat aman dan berpikir 'kita akan aman di sini'. Kemudian ada orang-orang idiot seperti teman sekelas saya dulu yang tidak mencari tempat perlindungan. Dia pun tewas," kata Hirano seperti diberitakan Fuji TV dan dilansir harian Telegraph, Jumat (21/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Hirano yang baru menjabat menteri itu sudah pasti akan mempermalukan Perdana Menteri Yoshihiko Noda dan partai berkuasa Jepang. Terlebih lagi Hirano dipilih menjadi menteri guna menggantikan Ryu Matsumoto yang terpaksa mundur 3 bulan lalu setelah kata-katanya menuai kemarahan publik.
Matsumoto banjir kecaman setelah memarahi Gubernur Miyagi, Yoshihiro Murai, yang datang terlambat saat kunjungan ke wilayah korban tsunami itu. Ketika itu, Matsumoto bahkan menolak menjabat tangan Murai.
Sebelum itu, Matsumoto juga telah menjadi perbincangan publik atas kata-katanya yang dianggap arogan. Termasuk ketika Matsumoto mengatakan, pemerintah pusat tidak akan membantu pemerintah-pemerintah daerah yang tidak punya ide.
(ita/vit)











































