"Mereka (NATO) telah membunuh dia (Khadafi). Kita akan mengingat seluruh kehidupan Khadafi sebagai seorang pejuang besar, seorang revolusioner dan martir," kata Chavez, seperti dilansir news.com.au, Jumat (21/10/2011)
Chavez juga menolak untuk mengakui rezim baru di Libya. Ia menamai perwakilan PBB di Libya sebagai boneka yang bodoh. Dia bahkan pernah menyebut pemberontak Libya sebagai teroris dan menyerukan negara-negara lain untuk memutuskan hubungan dengan Dewan Transisi Nasional yang menentang Khadafi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chavez memang membela Khadafi sejak awal terjadinya pemberontakan melawan rezim Khadafi pada Februari lalu. Ia menuduh NATO memanfaatkan konflik yang terjadi untuk menguasai minyak di Libya.
Pada tahun 2004, Chavez pernah dianugerahi pengahrgaan oleh Al-Kadhafi International Prize dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM). Sebelumnya, Presiden Kuba Fidel Castro dan Presiden Nikaragua Daniel Ortega juga memenangkan penghargaan tersebut.
(lrn/lrn)











































