Menlu Clinton Ingin Khadafi Tewas Dua Hari Sebelumnya

Menlu Clinton Ingin Khadafi Tewas Dua Hari Sebelumnya

- detikNews
Jumat, 21 Okt 2011 06:49 WIB
Menlu Clinton Ingin Khadafi Tewas Dua Hari Sebelumnya
Jakarta - Dua hari sebelum Muammar Khadafi tewas, Menlu AS Hillary Clinton menyatakan keinginan pihaknya agar mantan pemimpin Libya itu tewas. Padahal, sebelumnya para pejabat AS paling menghindari pernyataan seperti itu.

"Kami berharap, dia (Khadafi) bisa ditangkap atau dibunuh segera, sehingga kalian tidak harus takut kepadanya lebih lama lagi," kata Clinton saat berkunjung ke Tripoli Selasa (18/10) atau dua hari sebelum Khadafi tewas Kamis (20/10).

Seperti diberitakan arabnews.com, Clinton bertemu dengan pimpinan Dewan Transisi Nasional, Mahmoud Jibril, dan memberikan bantuan sebesar US $11 juta sebagai tambahan bantuan. Bantuan segar ini menaikkan kontribusi Washington sejak pergolakan melawan Khadafi pada Februari lalu, yakni sekitar US $135 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat AS biasanya tidak pernah secara gamblang mengatakan menginginkan Khadafi tewas, sebagaimana Clinton saat itu. Mereka biasanya hanya mengatakan ingin melihat Khadafi dibawa ke pengadilan. Hal itu juga yang sering dikatakan Clinton pada momen-momen sebelumnya dalam kunjungan.

"Saya bangga untuk berdiri di tanah kebebasan Libya," kata Clinton. "Amerika Serikat bangga berdiri untuk kalian dalam perjuangan demi kebebasan dan kami akan melanjutkan berdiri bersama kalian, selama kalian melanjutkan perjalanan ini."

Tidak ada yang bisa memastikan apakah pernyataan Clinton itu berkaitan dengan tewasnya Khadafi dua hari setelahnya. Yang jelas, Khadafi tewas di tempat persembunyiannya di Sirte, dalam sebuah serangan yang dilakukan tentara revolusioner dan serangan udara NATO.


(lrn/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads