Hal itu misalnya terlihat di sepanjang jalan yang menuju Garissa, ibukota Provinsi North Eastern, sekitar 328 kilometer dari Nairobi, ibukota Kenya. Pos-pos pemeriksaan di provinsi yang berbatasan langsung dengan wilayah sebelah barat Somalia itu, dijaga sekitar tiga hingga lima polisi bersenjata laras panjang, seperti yang terlihat Kamis (20/10/2011) atau Jumat (21/10/2011) dinihari Waktu Indonesia Barat (WIB).
Umumnya kendaraan yang melintas dari Nairobi menuju Garissa akan dihentikan, lantas diperiksa. Terutama kendaraan jenis truk, bus maupun beberapa mobil. Kendaraan yang tidak diperiksa umumnya kendaraan dinas militer maupun kendaraan diplomatik seperti milik PBB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βMasih seperti biasa. Patroli biasa di sini. Dari Nairobi ke Garissa ada sekitar 10 check point dari Garissa ke perbatasan ada sekitar 10 check point lagi,β kata Sulaiman Adan Jamak, warga Garissa yang menamatkan kuliah pascasarjananya di Yogyakarta dua tahun lalu.
Garissa merupakan daerah yang dominan penduduknya keturunan Somalia. Sebagian dari mereka merupakan generasi ketiga atau lebih dari negara asalnya. Kendati berasal dari Somalia, namun mereka menyatakan dukungan terhadap tentara Kenya yang mengejar Al Shabaab hingga masuk ke wilayah Somalia sejak empat hari silam.
Pengejaran yang dilakukan tentara Kenya bersama pasukan pemerintahan Somalia itu, sebagai respon atas penculikan terhadap dua pekerja kemanusiaan di camp pengungsian Dadaab yang berada tak jauh dari Garissa. Al Shabaab dituding berada di balik penculikan tersebut.
(rul/lrn)











































