"Maladewa ingin mengingatkan rilis dari UNESCO tanggal 9 Juli 2007 yang menyatakan: Meskipun UNESCO diundang untuk mendukung proyek ini (New7Wonders) pada beberapa kesempatan, mereka memutuskan untuk tidak bekerja sama," demikian dinyatakan pemerintah Maladewa seperti dikutip dari situs resmi pariwisata pemerintah Maladewa, visitmaldives.com, Kamis (20/10/2011).
Oleh karena itu, Maladewa pun mantap menarik diri dari kompetisi New7Wonders. Alasan utama mereka adalah betapa besarnya uang yang harus dikeluarkan pemerintah Maladewa untuk panitia New7Wonders.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak hanya soal kocek yang menjadi alasan mundurnya pemerintah Maladewa. Pemerintah setempat juga mengaku bingung dengan pola yang tidak konsisten dari peringkat para finalis dan tidak transparansinya proses penghitungan jumlah dukungan.
Seperti dilihat dari situs resmi New7Wonders, kini tinggal ada 28 peserta yang bersaing dalam babak final. Maladewa terlihat masih bertengger di dalamnya.
Dari 28 tempat, sebanyak 16 tempat menurun jumlah dukungannya. Termasuk Maladewa dan Pulau Komodo. Sementara sisanya terlihat meningkat jumlah dukungannya. Penghitungan vote dilakukan rutin setiap minggu hingga akhir penutupan vote pada tanggal 11 November 2011.
Menurut situs tersebut, vote bisa dilakukan dengan meng-klik kolom di samping lokasi yang didukung. Vote juga bisa dilakukan menggunakan fasilitas telepon internasional dengan memasukkan kode-kode tertentu.
(feb/fay)











































