Maladewa: UNESCO Tak Dukung Kompetisi New7Wonders

Maladewa: UNESCO Tak Dukung Kompetisi New7Wonders

- detikNews
Kamis, 20 Okt 2011 16:57 WIB
Maladewa: UNESCO Tak Dukung Kompetisi New7Wonders
Male - Maladewa menambah satu lagi alasan kenapa mereka mundur dari kontestasi New7Wonders. Mereka meningatkan, badan PBB UNESCO pun telah menampik bekerja sama dengan panitia New7Wonders.

"Maladewa ingin mengingatkan rilis dari UNESCO tanggal 9 Juli 2007 yang menyatakan: Meskipun UNESCO diundang untuk mendukung proyek ini (New7Wonders) pada beberapa kesempatan, mereka memutuskan untuk tidak bekerja sama," demikian dinyatakan pemerintah Maladewa seperti dikutip dari situs resmi pariwisata pemerintah Maladewa, visitmaldives.com, Kamis (20/10/2011).

Oleh karena itu, Maladewa pun mantap menarik diri dari kompetisi New7Wonders. Alasan utama mereka adalah betapa besarnya uang yang harus dikeluarkan pemerintah Maladewa untuk panitia New7Wonders.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan menyesal, kami menarik diri dari kompetisi ini karena tuntutan tak terduga atas sejumlah uang yang diminta dari penyelenggara New7Wonders," kata Thoyyib Mohamed, Menteri Negara Pariwisata, Seni dan Budaya dalam visitmaldives.com, Kamis (20/10/2011).

Namun tak hanya soal kocek yang menjadi alasan mundurnya pemerintah Maladewa. Pemerintah setempat juga mengaku bingung dengan pola yang tidak konsisten dari peringkat para finalis dan tidak transparansinya proses penghitungan jumlah dukungan.

Seperti dilihat dari situs resmi New7Wonders, kini tinggal ada 28 peserta yang bersaing dalam babak final. Maladewa terlihat masih bertengger di dalamnya.

Dari 28 tempat, sebanyak 16 tempat menurun jumlah dukungannya. Termasuk Maladewa dan Pulau Komodo. Sementara sisanya terlihat meningkat jumlah dukungannya. Penghitungan vote dilakukan rutin setiap minggu hingga akhir penutupan vote pada tanggal 11 November 2011.

Menurut situs tersebut, vote bisa dilakukan dengan meng-klik kolom di samping lokasi yang didukung. Vote juga bisa dilakukan menggunakan fasilitas telepon internasional dengan memasukkan kode-kode tertentu.

(feb/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads