Sumber keamanan setempat mengatakan, serangan yang dilakukan pemberontak Partai Pekerja Kurdi atau Kurdistan Workers' Party (PKK) tersebut terjadi di beberapa lokasi di Cukurca dan Yuksekova di Provinsi Hakkari dekat perbatasan Irak. Rentetan serangan itu terjadi sejak Selasa, 18 Oktober malam waktu setempat hingga Rabu ini.
Menurut sumber tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/10/2011), jumlah korban jiwa ini merupakan yang terbesar bagi militer Turki sejak tahun 1993 silam. Saat itu, PKK menewaskan 33 prajurit Turki tak bersenjata di Provinsi Bingol, Turki bagian tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Turki tengah mempertimbangkan kemungkinan melancarkan operasi darat ke dalam wilayah Irak selatan. Sebabnya, para pemberontak kabur ke wilayah tersebut usai serangan-serangan itu.
Atas peristiwa ini, pemerintah Turki bertekad akan menangkap para pemberontak. "Turki tak akan goyah oleh teror... Kita akan melakukan apapun yang kita bisa untuk menyelesaikan ini," tegas Presiden Turki Abdullah Gul dalam pidatonya yang disiarkan televisi.
Belakangan ini pertempuran antara PKK dan militer Turki telah meningkat. PKK yang tercatat sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Turki, memulai pemberontakan di wilayah mayoritas suku Kurdi pada tahun 1984. Sekitar 45 ribu nyawa telah melayang selama konflik tersebut.
(ita/vit)











































