Mahmoudi telah kabur meninggalkan Libya menuju Tunisia tak lama setelah jatuhnya kekuasaan Muammar Khadafi. Namun dia ditahan oleh otoritas Tunisia. Pemerintah Tunisia bahkan tengah mempertimbangkan permintaan dari otoritas baru Libya untuk mengekstradisi Mahmoudi.
"Sebagai akibat aksi mogok makannya, Mahmoudi mengalami masalah serius dengan jantungnya, mengingat dia juga pengidap diabetes," kata pengacara Mahmoudi, Mabrouk Korchid kepada kantor berita Reuters, Selasa (18/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan PM Libya itu memulai aksi mogok makannya pada awal Oktober lalu. Aksi tersebut dilakukan sebagai protes atas penahanan dirinya.
Dalam wawancara bulan ini dengan Reuters yang dilakukan via pengacaranya, Mahmoudi menyatakan dirinya tidak terlibat dalam represi selama pemerintahan Khadafi. Mahmoudi juga mengatakan ingin bekerja sama dengan pemerintahan interim Libya.
Mahmoudi yang merupakan PM Libya sejak tahun 2006 itu merupakan pejabat tertinggi pemerintahan Khadafi yang saat ini ditahan. Selama pergolakan Libya beberapa waktu lalu, dia pernah memberikan keterangan pers yang membela Khadafi dan menuduh NATO sengaja membunuh warga sipil.
(ita/vit)











































