Dicetuskan Ahmadinejad, Washington telah merekayasa plot pembunuhan Dubes Saudi itu guna menimbulkan ketegangan antara Iran dan Saudi dan mendominasi wilayah Teluk.
"Di masa lalu pemerintah AS mengklaim ada senjata pemusnah massal di Irak. Mereka mengatakan itu dengan sangat yakin, mereka menawarkan dan menyampaikan dokumentasi dan semua orang bilang 'ya, kami percaya Anda, kami yakin," kata Ahmadinejad dalam wawancara di stasiun televisi Al Jazeera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebenaran pada akhirnya akan terungkap dan tak akan ada masalah bagi kami di saat itu," tegas Ahmadinejad.
Sebelumnya Presiden AS Barack Obama mengatakan, dirinya mengharapkan terbongkarnya plot pembunuhan Dubes Saudi tersebut akan mendorong pengetatan sanksi internasional terhadap Iran. Bahkan Obama menegaskan bahwa semua opsi terbuka dalam menghadapi Iran, sebuah ancaman tak langsung akan kemungkinan aksi militer.
Namun menurut Ahmadinejad, kemungkinan konflik militer tak akan terjadi. "Saya pikir ada beberapa orang di pemerintahan AS yang menginginkan ini terjadi namun saya pikir ada orang-orang bijak di pemerintahan AS yang tahu bahwa mereka tak seharusnya melakukan itu," tutur Ahmadinejad.
Meski begitu panglima pasukan darat militer Iran, Ahmad Reza Pourdastan menegaskan, pasukannya sangat siap memberikan respons cepat atas setiap agresi di wilayah Iran. "Saat ini Amerika terlalu tidak stabil untuk berpikir tentang melancarkan serangan atas Iran," cetusnya.
(ita/vta)











































