Pengiriman 100 tentara AS tersebut disampaikan Obama dalam suratnya kepada Kongres AS. "Pasukan ini akan bertindak sebagai penasihat pasukan mitra yang bertujuan menyingkirkan Joseph Kony dari medan tempur dan para pemimpin senior LRA lainnya," tulis Obama seperti dilansir Telegraph, Sabtu (15/10/2011).
Obama menekankan, pasukan AS tersebut tidak akan bertindak sendiri dan hanya akan melepas tembakan ke pasukan LRA untuk membela diri jika diserang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman pengiriman pasukan itu disampaikan pada Jumat, 14 Oktober sore waktu setempat. Pemilihan waktu ini tampaknya disengaja oleh Gedung Putih untuk menghindari debat publik yang memanas mengenai pengiriman pasukan darat AS ke Afrika ini.
Pengiriman pasukan ke Afrika ini merupakan yang pertama kali sejak insiden jatuhnya helikopter AS, Black Hawk di Somalia pada tahun 1993. Saat itu, 18 personel militer AS tewas dalam upaya AS yang gagal untuk menangkap seorang panglima perang.
Pasukan AS itu nantinya akan dikerahkan di Uganda, Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratik Kongo. Para pemberontak LRA telah lama dituduh melakukan teror, pembunuhan, pemerkosaan dan penculikan ribuan orang di empat negara tersebut.
Dalam suratnya, Obama juga menekankan bahwa LRA telah membunuh, memperkosa dan menculik ratuan ribu pria, wanita dan anak-anak.
Koalisi kelompok HAM dan antigenosida, Advocacy at Resolve menyambut keputusan Obama ini. "Dengan mengerahkan pasukan ini, Presiden Obama menunjukkan kepemimpinan tegas untuk membantu pemerintahan regional mengakhiri kekejaman massal LRA," kata Paul Ronan, Direktur Advocacy at Resolve.
(ita/ita)











































