Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (13/10/2011), survei yang dilakukan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit itu, menunjukkan 8 dari 10 remaja lelaki berumur 15-19 menggunakan kondom saat pengalamann seksual pertamanya. Angka ini naik 9 persen dari 2002 atau waktu pengambilan data terakhir.
Survei ini telah mewawancarai 2.284 remaja perempuan dan 2,378 remaja laki-laki. Jumlah ini merupakan sampel terbesar dari remaja yang diambil sebagai bagian dari Survei Nasional Pertumbuhan Keluarga yang masih berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei juga menunjukkan, seiring dengan meningkatnya penggunaan kondom, penggunaan cara lain untuk mengontrol kelahiran, seperti 'penarikan' dan sterilisasi, merosot di antara remaja laki-laki. CDC juga menemukan peningkatan signifikan dari penggunaan metode hormonal oleh remaja perempuan selain pil, seperti suntik dan patch kontrasepsi, untuk mencegah kehamilan.
Sebanyak 43 persen remaja laki-laki yang belum menikah tercatat pernah melakukan hubungan seks. Sementara remaja perempuan sebanyak 42 persen. Angka ini sama dengan tahun 2002.
Ketika peneliti menanyakan remaja yang belum pernah melakukan hubungan seks atau menjawab abstain, alasan utama yang mereka berikan adalah "itu melanggar agama dan moral." Bukan karena mereka takut akan kehamilan yang tidak direncanakan atau penularan penyakit seksual.
(lrn/mpr)











































