Hal itu disampaikan Dubes Iran untuk PBB, Mohammad Khazaee dalam suratnya kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon yang berisi kemarahan pemerintah Iran atas tudingan AS tersebut.
"Iran pasti dan secara keras mengutuk tuduhan memalukan ini oleh otoritas AS dan menyesalkannya sebagai plot setan yang dipikirkan matang sejalan dengan kebijakan anti-Iran mereka," cetus Khazaee dalam suratnya tersebut seperti dilansir AFP, Rabu (12/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khazaee menegaskan bahwa Iran senantiasa mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifesto. Menurutnya, Iran bahkan merupakan korban terorisme.
"Iran telah menjadi korban terorisme, contoh jelas baru-baru ini adalah pembunuhan beberapa ilmuwan nuklir Iran dalam dua tahun terakhir yang dilakukan oleh rezim Zionis dan didukung oleh AS," kata Khazaee.
Sebelumnya, Jaksa Agung AS Eric Holder menyampaikan, dua warga Iran didakwa melakukan konspirasi untuk membunuh Dubes Saudi untuk AS,ย Adel Al-Jubeir. Plot pembunuhan ini digagalkan setelah satu dari kedua pria Iran itu ditangkap dalam sebuah operasi penyamaran agen-agen AS.
Atas terbongkarnya plot pembunuhan ini, pemerintah AS bertekad akan meminta pertanggungjawaban pemerintah Iran.
"Diduga bahwa konspirasi ini dihasilkan, disponsori dan diarahkan dari Iran dan merupakan pelanggaran besar hukum AS dan internasional," kata Jaksa Agung AS Eric Holder.
"Selain meminta pertanggungjawaban orang-orang ini atas dugaan peran mereka dalam plot ini, AS juga berkomitmen akan meminta pertanggungjawaban Iran atas tindakannya," imbuh Holder.
Kedua warga Iran yang didakwa itu adalah Manssor Arbabsiar (56), warga naturalisasi AS yang memegang paspor Iran dan AS serta Gholam Shakuri, anggota Pasukan Quds Iran, unit dari Korps Garda Revolusioner Islam Iran.
(ita/vit)











































