Namun tudingan AS tersebut dibantah oleh pemerintah Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast menyebut tuduhan itu sebagai "skenario yang direkayasa" dan "pertunjukan menggelikan."
"Cara-cara lama ini didasarkan pada kebijakan-kebijakan Amerika-Zionis yang telah berlangsung sejak lama dan merupakan pertunjukan menggelikan dalam skenario untuk memicu perpecahan," ujar Mehmanparast kepada kantor berita semi-resmi Iran, Fars seperti dilansir AFP, Rabu (12/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas plot pembunuhan Dubes Adel Al-Jubeir ini, pemerintah AS bertekad akan meminta pertanggungjawaban pemerintah Iran.
"Diduga bahwa konspirasi ini dihasilkan, disponsori dan diarahkan dari Iran dan merupakan pelanggaran besar hukum AS dan internasional," kata Jaksa Agung AS Eric Holder.
"Selain meminta pertanggungjawaban orang-orang ini atas dugaan peran mereka dalam plot ini, AS juga berkomitmen akan meminta pertanggungjawaban Iran atas tindakannya," imbuh Holder.
Kedua warga Iran yang didakwa itu adalah Manssor Arbabsiar (56), warga naturalisasi AS yang memegang paspor Iran dan AS serta Gholam Shakuri, anggota Pasukan Quds Iran, unit dari Korps Garda Revolusioner Islam Iran.'
Shakuri saat ini masih berkeliaran bebas sementara Arbabsiar ditangkap pada 29 September lalu di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, AS.
(ita/vit)











































