Dalam aksi demo di pertambangan milik Freeport McMoRan tersebut, seorang pekerja tambang bernama Petrus Ayemseba tewas setelah ditembak polisi Indonesia. Enam orang lainnya luka-luka dalam insiden yang terjadi saat demo pekerja menuntut kenaikan upah tersebut.
"Insiden terbaru ini menunjukkan bahwa kepolisian Indonesia belum belajar bagaimana menangani para demonstran tanpa menggunakaan kekuatan yang berlebihan dan bahkan mematikan," cetus Direktur Asia Pasifik Amnesty Sam Zarifi dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zarifi pun mendesak otoritas Indonesia untuk melakukan penyelidikan independen dan menyeluruh atas kejadian tersebut dan mengumumkan hasilnya kepada publik.
Kerusuhan kemarin terjadi saat aparat polisi mencoba menghentikan lebih dari 1.000 pekerja yang berdemo sejak 15 September lalu masuk ke sebuah fasilitas di kompleks tambang emas dan batubara Grasberg milik Freeport.
Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara setelah para pekerja melempari mereka dengan batu-batu. Akibatnya, 7 polisi terluka. Saat itulah, polisi kemudian menembakkan peluru tajam yang menewaskan seorang demonstran dan melukai enam lainnya.
(ita/vit)










































