Pria Australia bernama Ryan Shinn itu bahkan mencetuskan, peristiwa itu telah mengubah pandangannya akan Bali. Dia pun tak tertarik untuk kembali berlibur ke Bali.
"Itu bukan tempat yang akan saya datangi lagi," cetus Shinn seperti dilansir harian Australia, News.com.au, Senin (10/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Shinn, hanya beberapa jam setelah ABG tersebut ditangkap, dirinya didekati oleh dua warga lokal yang mencoba menjual ganja padanya. Dikatakan Shin, insiden tersebut terjadi di jalan yang sama dan kurang dari 300 meter dari tempat ABG tersebut ditangkap polisi.
Shinn saat itu tengah berlibur di Bali selama tiga hari dalam perjalanannya kembali ke Australia setelah berlibur di Vietnam bersama kekasihnya. Menurut Shinn, pada 4 Oktober tersebut, dia dan kekasihnya tengah dalam perjalanan pulang ke hotel ketika dua warga Bali mencegat pasangan tersebut dan memaksa untuk menjual ganja.
"Itu sangat menakutkan kami," kata Shinn. "Mereka cukup mengintimidasi dan cukup memaksa dan jelas bahwa mereka cuma ingin melakukan perdagangan," kata pria berumur 25 tahun itu.
Dikatakan Shinn, kedua warga lokal itu sempat memaksa-maksa selama beberapa menit sebelum Shinn dan kekasihnya berlari menyeberangi jalan untuk meloloskan diri.
Shinn pun yakin, peristiwa yang sama dialami ABG Australia berumur 14 tahun itu. "Kami orang dewasa namun itu pastinya hal yang cukup menakutkan bagi seorang anak berumur 14 tahun," tutur Shinn.
Beberapa warga Australia telah ditangkap atas dakwaan keterlibatan narkoba di Bali dalam beberapa tahun terakhir. Ini termasuk wanita bernama Schapelle Corby yang didakwa mencoba menyelundupkan narkoba ke Indonesia.
(ita/vit)











































