"Polisi dalam jumlah besar tetap dikerahkan di Desa Tuba Zangaria," kata juru bicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld kepada kantor berita AFP, Selasa (4/10/2011).
"Semalam ada serangkaian demonstrasi di mana batu-batu dilemparkan saat pasukan keamanan yang merespons dengan peralatan antihuru-hara membubarkan para demonstran," tuturnya. Dikatakan Rosenfeld, sebuah klinik dan pusat budaya telah dibakar demonstran dalam insiden itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam serangan yang terjadi Senin, 3 Oktober dini hari waktu setempat itu, bangunan masjid rusak berat sementara puluhan Al Quran hangus. Para pelaku juga menulis kata-kata "pembalasan" dan "Palmer" di tembok-tembok masjid.
Serangan itu diyakini sebagai aksi pembalasan atas kematian Asher Palmer, seorang pemukim Israel yang tewas bersama bayi laki-lakinya di Tepi Barat pada 23 September lalu setelah mobilnya dilempari batu oleh beberapa warga Palestina.
Aksi penyerangan masjid itu menuai kecaman dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah melihat foto-foto kerusakan masjid. Dikatakan Netanyahu, foto-foto itu mengejutkan dan tidak punya tempat di Israel.
Presiden Israel Shimon Peres juga mengecam aksi pembakaran masjid tersebut. Atas kejadian itu, Peres pun mendatangi masjid tersebut bersama dua pemimpin rabi Israel.
Kepolisian Israel telah menahan sejumlah tersangka terkait penyerangan masjid tersebut. Di Israel, penduduk keturunan Arab mencapai sekitar 20 persen dari total penduduk negara itu.
(ita/vit)











































