Seorang pejabat senior NATO Laksamana Giampaolo di Paola menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan para anggota parlemen Jerman. Paola pun membahas kekhawatiran NATO tersebut.
"Senjata itu bisa berakhir di negara-negara lain dan di tangan yang salah," cetus Paola seperti dikutip media Jerman, Der Spiegel dan dilansir kantor berita AFP, Senin (3/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pejabat militer di pemerintahan baru Libya telah menyampaikan perihal hilangnya ribuan rudal. Pejabat tersebut, Jenderal Mohammed Adia mengatakan kepada para wartawan Libya bahwa sekitar 5 ribu roket antipesawat SAM-7 telah hilang.
"Sayangnya, sebagian dari rudal-rudal ini bisa jatuh ke tangan yang salah... di luar negeri," kata Adia yang bertanggung jawab soal persenjataan Kementerian Pertahanan Libya.
Pemerintah Amerika Serikat telah menyatakan akan bekerja sama dengan para pemimpin interim baru Libya untuk mengamankan cadangan persenjataan negeri itu menyusul jatuhnya rezim Khadafi.
(ita/ita)











































