Badan bencana nasional Filipina menyebutkan satu orang tewas akibat Topan Nalgae yang menyerang pada Sabtu (1/10) kemarin. Meski demikian, ada laporan pejabat provinsi yang menyebutkan masih ada korban tewas lain.
Filipina belum pulih dari Topan Nesat yang menghajar pada Selasa lalu dan menewaskan 52 orang, ketika Topan Nalgae menyerang. 30 Orang masih dinyatakan hilang akibat Topan Nesat, sejumlah kota dan desa pun mengalami kebanjiran. Demikian pernyataan badan tanggap bencana Filipina seperti dilansir Reuters, Minggu (2/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua topan ini membuat banyak wilayah di sejumlah provinsi terisolir karena jalan raya tidak bisa dilalui dan listrik padam. Selain itu ada risiko topan ketiga akan tiba pada minggu ini, sehingga sangat penting untuk bisa memulihkan listrik.
"Ini pertama kalinya kita dihantam dua topan berturut-turut dan kuat," kata anggota DPR dari Ifugao, Teddy Baguilat kepada televisi ANC.
Dia menyebutkan warga butuh makanan dan bahan bakar. "Kami bertahan di saja, kami hanya butuh bantuan sekarang dari pemerintah pusat," ujarnya.
Topan Nalgae menerpa Provinsi Isabela yang merupakan daerah penghasil padi, dan kawasan pegununan Cordillera. Topan melemah saat menuju pantai barat dan mengarah ke Vietnam. Para pejabat pemerintah memantau topan lain yang terbentuk di lepas pantai timur dan bisa menghantam sisi utara Luzon minggu ini.
Kerugian dari Topan Nesat ditaksir mencapai 6,7 miliar Peso atau sekitar US$ 155 juta, menurut badan tanggap bencana. Lebih dari 180.000 orang dievakuasi ke tempat pengungsian. Sementara untuk Topan Nalgae, belum ada taksiran jumlah kerugian.
(fay/feb)











































