Di wilayah Luzon, angin topan Nalgae berhembus 75 kilometer per jam. Belum ada laporan adanya korban jiwa atas badai ini.
Ilmuwan Craciano Yumum memperingatkan bahwa topan ini bisa menimbulkan dampak yang tak kalah buruk dengan topan Nesat, yang menewaskan sedikitnya 48 orang dan 30 orang hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka iya-iya saja saat diberi peringatan, tapi menolak saat hendak dievakuasi," kata Yumul, yang merupakan supervisior di badan cuaca setempat saat diwawancarai Radio DZMM.
Nesat sebelumnya menerjang Pulau Luzon, Fipina pada Selasa, 27 September lalu dan menimbulkan hujan deras dan angin kencang hingga menyebabkan badai dan banjir luas. Topan Nesat hari ini mulai menerjang Hong Kong dan menyebabkan sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah ditutup.
(anw/anw)











































