Seruan itu disampaikan Hillary setelah para pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad mencoba menyerang iring-iringan kendaraan Ford pada Kamis, 29 September waktu setempat.
Upaya penyerangan itu terjadi ketika Ford baru tiba di sebuah kantor di Damaskus untuk menemui tokoh oposisi Hassan Abdelazim. Dikatakan Abdelazim, massa pro-Assad mencoba menerobos pintu kantornya namun tidak berhasil selama pengepungan yang berlangsung dua jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ford maupun staf lainnya tidak terluka dalam peristiwa itu. Mereka semua telah kembali dengan selamat ke gedung Kedubes AS setelah pasukan Suriah datang untuk mengawal Ford dan rombongan meninggalkan daerah tersebut. Namun saat kepergian rombongan Ford tersebut, massa sempat melempari tomat dan telur ke konvoi kendaraan.
Sebelumnya pada 11 Juli lalu, sekelompok warga menyerang Kedubes AS dan Prancis di Damaskus setelah Ford dan Dubes Prancis berkunjung ke Kota Hama, pusat aksi demonstrasi antirezim Assad.
Di tengah ketegangan hubungan AS dan Suriah, pemerintah Suriah menuding AS menghasut kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan kekerasan terhadap militer Suriah yang tengah mencoba menghentikan gerakan antipemerintah.
Sejak pertengahan Maret lalu, Suriah telah dilanda aksi demonstrasi besar-besaran yang menginginkan pengunduran diri Assad. Militer Suriah terus menerapkan kekerasan untuk menghentikan pergolakan rakyat tersebut. Menurut PBB, lebih dari 2.700 orang telah tewas selama pergolakan itu.
(ita/vit)











































