Hillary Clinton Kecam Penyerangan Dubes AS di Suriah

Hillary Clinton Kecam Penyerangan Dubes AS di Suriah

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2011 11:54 WIB
Hillary Clinton Kecam Penyerangan Dubes AS di Suriah
Damaskus - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Hillary Clinton mengecam insiden penyerangan rombongan Dubes AS untuk Suriah Robert Ford oleh sekelompok massa di Damaskus, ibukota Suriah. Mantan ibu negara AS itu juga mendesak pemerintah Suriah untuk mengambil semua langkah yang mungkin guna melindungi diplomat-diplomat AS.

Seruan itu disampaikan Hillary setelah para pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad mencoba menyerang iring-iringan kendaraan Ford pada Kamis, 29 September waktu setempat.

Upaya penyerangan itu terjadi ketika Ford baru tiba di sebuah kantor di Damaskus untuk menemui tokoh oposisi Hassan Abdelazim. Dikatakan Abdelazim, massa pro-Assad mencoba menerobos pintu kantornya namun tidak berhasil selama pengepungan yang berlangsung dua jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner seperti dilansir AFP, Jumat (30/9/2011) mengatakan, sekelompok orang mencoba menyerang Ford dan staf kedubes AS lainnya saat mereka berkunjung untuk menemui pemimpin oposisi. Kendaraan-kendaraan kedubes AS rusak serius dalam insiden itu.

Namun Ford maupun staf lainnya tidak terluka dalam peristiwa itu. Mereka semua telah kembali dengan selamat ke gedung Kedubes AS setelah pasukan Suriah datang untuk mengawal Ford dan rombongan meninggalkan daerah tersebut. Namun saat kepergian rombongan Ford tersebut, massa sempat melempari tomat dan telur ke konvoi kendaraan.

Sebelumnya pada 11 Juli lalu, sekelompok warga menyerang Kedubes AS dan Prancis di Damaskus setelah Ford dan Dubes Prancis berkunjung ke Kota Hama, pusat aksi demonstrasi antirezim Assad.

Di tengah ketegangan hubungan AS dan Suriah, pemerintah Suriah menuding AS menghasut kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan kekerasan terhadap militer Suriah yang tengah mencoba menghentikan gerakan antipemerintah.

Sejak pertengahan Maret lalu, Suriah telah dilanda aksi demonstrasi besar-besaran yang menginginkan pengunduran diri Assad. Militer Suriah terus menerapkan kekerasan untuk menghentikan pergolakan rakyat tersebut. Menurut PBB, lebih dari 2.700 orang telah tewas selama pergolakan itu.


(ita/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads