Petugas keamanan tersebut memasuki ruang saluran dan bertindak kasar terhada para staf kantor. Mereka juga memaksa setiap karyawan untuk masuk ke dalam satu ruangan dan mengambil dokumen identitas karyawan.
Salah seorang reporter, Hayat Al Yamani, saat itu sempat menanyakan bahkan meminta identitas para petugas kepolisian yang bersikap kasar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zain mengatakan, peralatan kerja jurnalis yang disita dalam serbuan pihak keamanan tersebut adalah kamera dan juga laptop.
Zain menambahkan, Serangan oleh aparat kepolisian kali ini adalah serangan kedua kalinya dalam satu bulan. 11 September lalu, aparat juga sempat melakukan penyitaan terhadap alat transmisi dengan alasan tidak memiliki izin resmi.
Zain mengatakan, terhitung 20 Maret lalu, Al Jazeera Mesir telah mengajukan izin resmi kepada otoritas setempat. Dari permohonan itu pihak berwenang memberikan jaminan untuk Al Jazeera untuk dapat bersiaran sementara.
Pihak berwenang telah bertindak tegas terhadap setiap saluran yang dinilai menyebarkan informasi yang dapat menyebabkan instabilitas mesir sejak transisi kekuasaan dari Hosni Mubarak ke tangan kekuasaan militer.
(ahy/irw)











































