Hal itu disampaikan Araud dalam pembicaraan di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat. Araud mempertegas pernyataan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy sebelumnya bahwa "serangan preventif" terhadap Iran bisa terjadi.
Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika Iran mencapai tahap kepemilikan senjata nuklir, Araud menjawab, "Saya pribadi yakin bahwa sejumlah negara tak akan menerima prospek tersebut."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kita sekarang tidak berhasil untuk mencapai negosiasi dengan Iran, ada risiko tinggi aksi militer," cetus diplomat Prancis tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/9/2011).
Dia menolak menyebutkan negara mana yang kemungkinan akan melancarkan aksi militer itu.
"Itu (aksi militer) akan menjadi operasi yang sangat rumit. Itu akan memiliki konsekuensi parah di wilayah tersebut," kata Araud.
Diimbuhkan Araud, selain dunia Barat, negara-negara Arab juga sangat khawatir akan perkembangan program nuklir Iran.
Para pemimpin negara Barat telah berulang kali menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata atom. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi listrik. Karena isu nuklir tersebut, Dewan Keamanan PBB telah menetapkan serangkaian sanksi terhadap negara republik Islam itu.
(ita/vit)











































