Kedatangan pesawat terbaru itu disambut gembira oleh para pejabat ANA, jurnalis dan para pemerhati pesawat. Kedatangan pesawat molor tiga tahun dari jadwal yang semula dijanjikan perusahaan Boeing untuk maskapai ANA. Awalnya ANA dijanjikan akan mendapatkan pesawat pertama dari 55 unit pesawat 787 Dreamliner yang dipesan pada awal 2008 lalu.
Shinichiro Ito, CEO ANA, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/9/2011), menyatakan dirinya senang dengan pendaratan pertama pesawat tersebut. Ito ikut dalam penerbangan pesawat tersebut dari AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Boeing menyatakan, konstruksi pesawat 787 Dreamliner tersebut sebagian dari bahan-bahan gabungan yang ringan. Ini artinya pesawat penumpang paling mutakhir di dunia itu mengkonsumsi bahan bakar 20 persen lebih sedikit dari pesawat konvensional. Ini tentunya sangat menarik bagi maskapai-maskapai yang kini dihadapkan pada kenaikan harga bahan bakar pesawat.
(ita/vit)










































