Dalam wawancara dengan radio ABC, seperti dilansir AFP, Selasa (27/9/2011), Rudd menyebut dirinya sebagai PM. Ini semakin memicu spekulasi bahwa Rudd memang menginginkan kembali jabatannya dulu.
Rudd tersingkir dari jabatannya sebagai PM dalam kudeta Partai Buruh yang dipimpin wakilnya kala itu, Julia Gillard pada Juni 2010 lalu. Namun belakangan ini beredar spekulasi bahwa Rudd akan kembali memegang jabatan PM menggantikan Gillard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanyai mengenai hasil polling-polling tersebut, Rudd melakukan kesalahan ucap. "Kalian tahu, saya senang menjadi PM," ujar Rudd pada radio ABC.
Rudd langsung menyadari kesalahannya dan kemudian mengkoreksi ucapannya dengan menyebut Menlu. Rudd juga mengatakan, kesalahan itu disebabkan karena dirinya mengalami jet lag.
"Anda menemui saya saat baru turun dari pesawat dan masih mengalami jet lag," kata Rudd.
"Dan mengenai PM, seperti yang telah saya katakan sebelumnya dan saya katakan di Amerika Serikat, saya mendukung penuh PM," tutur Rudd mengenai Gillard.
Bukan rahasia lagi kalau hubungan Rudd dengan Gillard hingga kini masih dilanda ketegangan. Kesalahan ucap tersebut langsung ditanggapi oleh pemimpin oposisi Tony Abbott.
"Itu hal yang ada di pikiran Kevin Rudd," cetus Abbott.
"Saya pikir setiap hari sejak pembunuhan politiknya, Kevin Rudd telah berpikir mengenai kembali ke jabatan tertinggi tersebut dan saya pikir ini masalah nyata bagi Partai Buruh," tandas Abbott.
(ita/vit)











































