Dalam insiden di Kota Lufeng, Provinsi Guangdong tersebut, massa juga merusak sejumlah kendaraan polisi. Penyerbuan massa tersebut dipicu oleh rumor bahwa polisi telah membunuh seorang anak.
Menurut pernyataan otoritas setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/9/2011), demonstrasi awalnya terjadi pada Rabu, 21 September lalu dikarenakan kemarahan warga setempat atas persoalan tanah pemerintah. Namun situasi memanas setelah rumor kematian bocah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 10 polisi terluka dalam insiden itu dan enam mobil hancur dirusak massa. Warga juga memblokir jalan-jalan sekitar dan merusak kantor pemerintah setempat, sebuah restoran dan pabrik tekstil.
Tahun ini serangkaian aksi demo yang diwarnai kerusuhan telah terjadi di Guangdong, wilayah industri yang dipenuhi oleh puluhan juta pekerja migran yang bekerja di pabrik-pabrik. Pada Juni lalu, ratusan orang menyerang polisi dan menghancurkan mobil-mobil di Guangdong setelah seorang pekerja pabrik terluka akibat ditikam saat terjadi keributan soal upah.
Di bulan yang sama, kerusuhan kembali terjadi di Guangdong menyusul rumor bahwa polisi telah memukuli seorang pedagang jalanan hingga tewas dan melukai istrinya yang sedang hamil.
(ita/nrl)











































