Dalam pidatonya pada Kamis, 22 September waktu setempat, Ahmadinejad mengatakan bahwa negara-negara "arogan" mengancam siapapun yang mempertanyakan Holocaust dan serangan 9/11 dengan sanksi-sanksi dan aksi militer.
Ahmadinejad menuding AS menggunakan serangan "misterius" 11 September 2001 sebagai dalih untuk melancarkan perang di Irak dan Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar statemen itu, para diplomat AS bergegas bangkit meninggalkan kursi mereka. Diikuti kemudian oleh 27 diplomat dan delegasi Uni Eropa yang juga meninggalkan ruangan.
Mark Kornblau, juru bicara misi AS di PBB mengecam pidato Ahmadinejad tersebut. "Ahmadinejad punya kesempatan untuk membahas aspirasi rakyatnya sendiri akan kebebasan dan martabat namun dia lagi-lagi malah beralih ke penghinaan anti-Semit yang mengerikan dan teori-teori konspirasi tercela," cetus Kornblau dalam sebuah statemen.
Dalam pidatonya, Ahmadinejad hanya menyinggung sekilas tentang isu Palestina yang mendominasi sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Pemimpin Iran itu tidak berkomentar mengenai rencana Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB.
(ita/nrl)











































