Davis divonis mati atas pembunuhan Mark MacPhail, seorang perwira polisi pada tahun 1989. Pria tersebut dieksekusi setelah Mahkamah Agung AS menolak permohonan penangguhan eksekusi Davis. Tidak seperti biasanya, MA bahkan memerlukan waktu lama untuk memutuskan hal tersebut sehingga proses eksekusi Davis tertunda hingga lebih dari empat jam.
Selama ini Davis bersikeras mengaku tak bersalah atas dakwaan pembunuhan tersebut. Menurut wartawan yang menyaksikan eksekusi Davis, hingga saat-saat terakhir hidupnya, Davis tetap mengaku tak bersalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Davis pun kemudian menyampaikan kata-kata terakhirnya untuk para petugas eksekusi. "Semoga Tuhan mengampuni jiwa-jiwa kalian dan semoga Tuhan memberkati jiwa-jiwa kalian," ujar Davis.
Sebelumnya, tim pengacara Davis telah meminta penangguhan eksekusi dari MA AS, MA Georgia dan Pengadilan Tinggi Butts County dengan dalih uji balistik yang mengaitkan Davis ke pembunuhan tersebut adalah cacat.
Namun permohonan itu ditolak oleh ketiga lembaga peradilan tersebut. Sebelum ini Davis telah tiga kali mendapat penangguhan hukuman mati.
Selama ini kasus Davis telah menyita perhatian publik AS dan bahkan dunia mengingat pria itu tetap divonis bersalah meski tak ada bukti-bukti fisik seperti senjata, bukti DNA maupun rekaman CCTV mengenai keterlibatan Davis. Vonis Davis semata-mata didasarkan pada keterangan para saksi meski kemudian 7 dari 9 saksi menarik kembali kesaksian mereka mengenai Davis.
Sebelum eksekusi Davis, organisasi HAM Amnesty International, yang telah memberikan bantuan hukum bagi Davis, mengadakan aksi demo di depan penjara Georgia Diagnostic and Classification di Jackson, Georgia, tempat Davis dieksekusi. Sekitar 200 orang ikut serta dalam aksi damai tersebut.
"Ini kelewatan. Tak ada yang bisa mengeksekusi orang tanpa bukti fisik," cetus Pendeta Al Sharpton, yang memimpin demonstrasi.
Para jaksa penuntut bersikeras bahwa Davis bersalah dan mereka menekankan bahwa hakim-hakim telah menolak untuk membatalkan vonis matinya. Keluarga korban juga yakin bahwa Davis bersalah.
(ita/nrl)











































