Menurutnya angka tersebut merupakan hasil konspirasi yang diarahkan terhadap pemerintah Suriah.
"Ini kebohongan terang-terangan," cetus diplomat Suriah tersebut. "Inilah masalah yang sedang kami hadapi sekarang di Suriah: kampanye masiv disinformasi dan kebohongan-kebohongan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pribadi telah bertemu dengan para demonstran," ujarnya. Menurut Moustapha, para demonstran mengatakan bahwa awalnya mereka bergabung dalam demonstrasi karena menuntut reformasi politik namun kini mereka tidak lagi berpartisipasi.
"Sekarang kami tidak lagi (demo) karena ini digunakan oleh kekuatan-kekuatan Barat dan fundamentalis Islam untuk agenda mereka sendiri," tutur Moustapha mengutip demonstran.
Menurut Moustapha, bukan militer Suriah yang bertanggung jawab atas pembunuhan-pembunuhan warga tersebut melainkan kelompok-kelompok fundamentalis Islam.
"Semua orang di dalam dan luar Suriah tahu bahwa kelompok-kelompok agama itu telah memulai demonstrasi tersebut dari masjid-masjid," kata Moustapha.
(ita/ita)











































