Kepala NATO dalam sebuah konferensi di London mengatakan bahwa kantung-kantung perlawanan tetap ada meski penggulingan pemimpin Libya, Muammar Khadafi, sudah terjadi sejak bulan lalu setelah pemberontakan terjadi selama enam bulan.
"Kami siap untuk melanjutkan operasi kselama kami diperlukan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu tentang keberadaan Khadafi. Mungkin, menangkapnya bukan merupakan elemen dalam apakah kita memutuskan untuk melanjutkan operasi (di Libya) atau tidak," ujarnya.
Sementara pasukan yang setia pada Khadafi terus melawan pendukung bersenjata dari Dewan Nasional Transisi Libya.
(feb/van)











































