"Kami menggunakan semua taktik dan sumber daya yang tersedia tetapi kita belum membuat sukses sejauh ini. Kami berharap untuk menemukannya aman," kata komandan polisi daerah yang memimpin pencarian, Aggrey Adoli.
Seperti dikutip dari AFP, Selasa (13/9/2011), pasangan Daud dan Judith Tebbutt merupakan warga Inggris yang berasal dari Bishop Stortford, Hertfordshire.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pikiran dan doa kami untuk keluarga yang terkena dampak," kata pengurus resort di mana lokasi serangan itu terjadi.
Seorang wartawan AFP yang bepergian dengan perahu di rawa-rawa bakau melalui daerah tersebut melihat perahu polisi pencari dan helikopter berputar-putar. Aksi itu merupakan bagian dari pencarian besar-besaran untuk menemukan para penculik dan korbannya.
Polisi mencurigai para penyerang adalah kelompok ekstrimis Shebab dari Somalia.
"Pasukan kami telah keluar sejak Minggu lalu. Mereka melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkannya," kata Adoli yang di telepon dari Kiunga, di mana serangan itu terjadi, sekitar 40 kilometer (25 mil) dari perbatasan Kenya dengan Somalia.
"Kami juga menghimbau kepada anggota masyarakat di daerah ini untuk bekerja sama dengan kami," tambahnya.
Adoli menambahkan polisi tambahan dan tentara telah dipanggil untuk meningkatkan upaya pencarian. Kepulauan Lamu dan daerah sekitarnya merupakan salah satu tujuan utama Kenya liburan yang mewah, meskipun dekat dengan perbatasan negara yang sedang mengalami perang dan kekeringan di Somalia.
Sebagian besar wilayah Somalia selatan dikendalikan oleh Al-Qaeda yang terhubung dengan Shebab, yang melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Somalia. Pejabat Shebab di Somalia selatan sendiri menolak untuk mengomentari penculikan tersebut.
Kepala polisi Kenya Iteere Mathew mengatakan pasangan yang telah tiba di resort sejak hari Sabtu (10/9) lalu, diserang di kamar mereka tak lama setelah tengah malam.
"Hanya ada satu tembakan, mungkin mereka ingin menculik keduanya, tetapi suaminya memberontak," kata Iteere.
Kini kompleks ini dilindungi oleh enam polisi dan 22 penjaga pribadi. Namun hotel ini tidak memiliki pintu, sebagian pintunya berupa kain sehingga wajar para penyerang bisa masuk dengan mudah.
Sementara kantor Luar Negeri setempat mengatakan para pejabat Inggris sedang menyelidiki kasus bersama rekan-rekan mereka di Kenya.
"Kami bekerja untuk mengamankan pembebasan yang aman dan cepat. Kami meminta agar para penculik bisa melepaskan warga kami," katanya.
Sebelumnya tercatat, militan Somalia pernah menculik tiga pekerja bantuan pada bulan Juli 2009 dan dua biarawati Barat pada November 2008 di seberang perbatasan Kenya.
(feb/van)











































