Kilang minyak tersebut berlokasi sekitar 20 kilometer di luar Kota Ras Lanuf. Menurut saksi-saksi mata yang sedang dirawat di rumah sakit, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (12/9/2011), saat penyerangan, kilang minyak yang diberi nama "Kilang Ras Lanuf untuk Produksi Minyak dan Gas" tersebut belum beroperasi penuh.
Sekitar 60 staf berada di tempat tersebut saat penyerangan terjadi pada Minggu, 11 September malam waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kepala Dewan Transisi Nasional Libya, Mahmoud Jibril mengatakan, pemerintah interim Libya yang baru dan lebih inklusif akan dibentuk dalam waktu 7 hingga 10 hari mendatang. Jibril juga mengatakan, produksi minyak di negeri itu sudah dimulai kembali.
"Kami telah memulai produksi minyak kemarin. Saya tak ingin mengatakan dari ladang mana," tutur Jibril.
Libya memiliki cadangan minyak mentah terbesar di Afrika. Sekitar 85 persen ekspor minyak Libya ditujukan ke Eropa sebelum pergolakan yang menggulingkan Khadafi.
(ita/nrl)











































