Menteri Industri Yoshio Hachiro mengundurkan diri setelah menyebut daerah sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima sebagai "kota kematian". Demikian seperti diberitakan Telegraph, Senin (12/9/2011).
Politikus itu kembali menuai kritikan setelah bercanda dengan para wartawan bahwa dirinya akan menularkan radiasi ke orang-orang dari pakaiannya menyusul kunjungannya ke Fukushima.
Pengunduran diri menteri yang bertanggung jawab atas penanganan krisis nuklir Jepang tersebut merupakan pukulan bagi Yoshihiko Noda yang baru terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Jepang.
Usai pengunduran diri Hachiro, Noda menyampaikan permintaan maaf kepada publik Jepang atas ucapan-ucapan Hachiro yang tidak semestinya.
Noda dipilih oleh parlemen Jepang sebagai PM baru negeri Sakura itu pada 30 Agustus lalu. Dia menjadi pemimpin baru keenam bagi negara itu dalam waktu lima tahun. Noda meraih 308 suara dari 476 suara yang ada.
PM Noda menggantikan Naoto Kan yang mengundurkan diri setelah menuai banyak kritikan atas respons pemerintah terhadap krisis nuklir menyusul bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat yang terjadi pada Maret lalu.
(ita/nrl)











































