Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton menyebut jaringan teroris Al Qaeda berada di balik ancaman teroris yang kredibel namun belum terkonfirmasi itu. Dalam pidatonya di New York, AS, Hillary mengatakan, Al Qaeda kembali berupaya membahayakan warga AS dan secara khusus menargetkan New York dan Washington.
Menurut istri mantan Presiden Bill Clinton itu, ancaman baru tersebut merupakan pengingat akan perlunya untuk terus memperbaiki strategi antiterorisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hillary juga mengatakan, pembunuhan Osama bin Laden oleh pasukan AS belum lama ini merupakan langkah besar dalam menangkap atau membunuh para teroris dan menghancurkan sel-sel dan konspirasi dalam satu dekade terakhir.
"Kita akan terus mempertahankan hak kita untuk menggunakan kekuatan," tegas Hillary. "Berkat militer kita, intelijen dan upaya-upaya penegakan hukum dalam satu dekade terakhir, struktur kepemimpinan Al Qaeda telah hancur," tuturnya.
Sebelumnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengumumkan adanya informasi intelijen mengenai ancaman teror yang baru, spesifik, kredibel namun belum terkonfirmasi terhadap AS menjelang peringatan 10 tahun serangan 9/11.
Washington dan New York disebut-sebut sebagai target ancaman teror tersebut. Atas info ini, otoritas AS meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi penting termasuk jembatan-jembatan dan terowongan.
(ita/ita)











































