Seperti dikutip dari Skynews.com, Sabtu (10/9/2011), demonstrasi besar terjadi usai salat Jumat. Aksi tersebut dilakukan setelah menanggapi 'panggilan' dari kelompok internet yang mendesak para demonstran untuk melawan Presiden Bashar Al-Assad dengan membawa spanduk bertuliskan 'Lebih baik mati daripada dipermalukan'.
Sementara itu, observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan delapan orang tewas ketika pasukan keamanan membubarkan aksi unjuk rasa di pinggiran kota Damaskus, termasuk di Douma dan Erbeen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa orang juga dilaporkan terluka dan dalam kondisi kritis, ketika pasukan keamanan menembaki para demonstran, aktivis mengatakan.
Televisi pemerintah Suriah melaporkan, bahwa pasukan keamanan membunuh dua orang bersenjata setelah mendapat serangan di Talbisseh. sementara kantor berita resmi SANA mengatakan tiga anggota pasukan keamanan tewas oleh kelompok teroris bersenjata yang menyerang mereka di Talbisseh, Erbeen dan Hammuriyeh (juga pinggiran Damaskus).
Komite Koordinasi Daerah (LCC) mengatakan demonstran berkumpul di luar rumah Muhammad Adnan al-Bakkour. Bakkour mengatakan ia mengundurkan karena merasa jijik atas terbunuhnya ratusan orang yang dikubur secara massal oleh rezim Assad.
(mei/mok)











































