Demikian disampaikan oleh para pejabat keamanan AS dan dilansir New York Times, Kamis (8/9/2011). Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Matt Chandler menyebut ancaman bom tersebut cukup kredibel.
"Spesifik, kredibel, tapi belum bisa dikonfirmasikan," tutur Chandler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru tahap awal, dan masih banyak pemeriksaan yang dilakukan di lokasi-lokasi lain," ujar pejabat tersebut.
Presiden Barack Obama baru mendapat laporan soal ancaman ini pada Kamis (8/9) pagi waktu setempat. Kemudian anggota Kongres AS mendapat pengarahan terkait hal tersebut siang harinya.
Salah seorang pejabat Gedung Putih menuturkan, pemerintah telah meningkatkan pengamanan menjelang perayaan 10 tahun peristiwa 9/11. "Presiden mengarahkan komunitas antiterorisme untuk melipatgandakan kewaspadaan dalam menghadapi informasi yang kredibel namun belum bisa dikonfirmasikan ini," ucapnya.
Ancaman bom ini sebelumnya pernah diterima beberapa minggu sebelumnya, tepatnya setelah para pejabat intelijen melakukan penyaringan dengan kewaspadaan ekstra menjelang perayaan. Namun saat itu, ancaman ini dinilai tidak kredibel.
Chandler menekankan bahwa usai pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden tewas, terungkaplah rencana serangan saat perayaan 10 tahun peristiwa 9/11 maupun pada tanggal-tanggal simbolis lainnya.
"Seperti yang selalu kita lakukan sebelum tanggal-tanggal penting seperti perayaan 9/11, kami pasti akan mendapatkan laporan pastinya dalam beberapa hari ke depan. Terkadang laporan tersebut kredibel dan terjamin, di saat lain terkadang kurang kredibel dan tidak mencerminkan rencana matang yang akan dilakukan," terangnya.
Kendati demikian, Chandler memastikan bahwa pemerintah selalu menanggapi serius setiap ancaman yang dilaporkan. "Kami tetap meminta warga Amerika untuk semakin waspada mendekati akhir pekan," ucapnya.
(nvc/ape)











































