"Kepedulian terbesar kami adalah meminta maaf kepada pemerintah Haiti secepat mungkin dan memberikan kompensasi kepada korban," kata Menteri Pertahanan Uruguay Eleuterio Fernandez Huidobro kepada wartawab usai pertemuan dengan para anggota parlemen.
"Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan menerapkan sanksi-sanksi yang paling keras," tegas pejabat tinggi Uruguay itu seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (7/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban bernama Johnny Jean dan ibunya, Rose Marie Jean mengungkapkan pada stasiun radio Haiti bahwa remaja tersebut telah disodomi oleh beberapa marinir Uruguay. Korban juga telah memberikan kesaksian pada hakim di Kota Port-Salut, Haiti selatan, tempat insiden tersebut terjadi pada 28 Juli lalu.
Sebelumnya, Presiden Haiti Michel Martelly menegaskan, para pelaku pemerkosaan massal itu tak akan bebas dari hukuman.
Otoritas Haiti beserta misi PBB di Haiti dan Kementerian Pertahanan Uruguay telah mulai melakukan penyelidikan atas rekaman video yang beredar luas di internet tersebut. Sejauh ini, empat tentara yang diduga terlibat telah ditahan. Angkatan Luat Uruguay juga telah mengganti pimpinan kontingen Angkatan Laut Uruguay untuk misi perdamaian PBB di Haiti.
(ita/nrl)











































