Pria itu masuk ke kantor hukum tersebut bersama anaknya dan meminta bertemu seseorang yang tidak dikenal oleh staf kantor hukum tersebut. Kepada staf tersebut, pria itu mengklaim membawa bom dalam tas ranselnya.
"Kita telah mendatangkan polisi-polisi negosiator di lokasi. Mereka telah berbicara dengan pria tersebut selama beberapa jam ini. Dia telah menyampaikan sejumlah tuntutan," kata Wakil Komisioner Kepolisian Denis Clifford seperti dilansir AFP, Selasa (6/9/2011). Namun Clifford tak bersedia menyebutkan apa saja permintaan pria tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum tahu apa persisnya yang ada dalam ransel itu. Kita saat ini harus menduga bahwa apa yang dikatakannya adalah benar," tuturnya.
Menurut Clifford, prioritas kepolisaan adalah membebaskan anak perempuan tersebut dengan selamat, baru setelah itu pria tersebut.
Dalam tayangan televisi Australia, terlihat bahwa seorang pria yang bertelanjang dada dan memakai wig hakim menampakkan wajahnya di jendela kantor hukum. Pria itu sempat meneriakkan kata-kata yang kedengarannya seperti "Saya tak peduli jika saya mati". Hingga saat ini polisi masih terus bernegosiasi dengan pria tersebut lewat telepon.
(ita/nrl)











































