Dalam tayangan stasiun televisi pemerintah Mesir seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (5/9/2011), pria berumur 83 tahun itu diangkut dengan sebuah ambulans.
Agenda persidangan hari ini adalah mendengarkan kesaksian para saksi mata guna mengetahui siapa yang memberikan perintah pembunuhan ratusan demonstran dalam revolusi yang menggulingkan kekuasaan Mubarak pada Februari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak meninggalkan Anda," seru para pendukung Mubarak. Sementara kelompok anti-Mubarak meneriakkan: "Hukum, hukum, mereka membunuh anak-anak kita dengan peluru."
Polisi antihuru-hara dengan cepat datang untuk membubarkan massa.
Mubarak dan dua putranya serta pejabat-pejabat Mesir lainnya tengah diadili atas dakwaan korupsi dan pembunuhan ratusan demonstran. Lebih dari 850 orang tewas dalam 18 hari revolusi Mesir yang membuat Mubarak terguling setelah berkuasa selama tiga dekade.
(ita/nrl)











































