Presiden Filipina: AS Harus Perbaiki Intelijen

Bocoran WikiLeaks

Presiden Filipina: AS Harus Perbaiki Intelijen

- detikNews
Senin, 05 Sep 2011 15:14 WIB
Presiden Filipina: AS Harus Perbaiki Intelijen
Manila - Nama Presiden Filipina Benigno Aquino juga disebut-sebut dalam kawat rahasia kedutaan besar (kedubes) Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks. Aquino digambarkan sebagai "malu-malu dan tidak tegas".

Atas bocornya informasi itu, pemimpin Filipina itu mencetuskan pemerintah AS perlu memperbaiki intelijennya.

Dalam kawat diplomatik bertanggal 22 Januari 2010, Dubes AS untuk Filipina saat itu, Kristie Kenney menyebut Aquino -- yang ketika itu masih menjadi senator -- sebagai orang yang malu-malu dan tidak tegas yang melanjutkan tradisi politik keluarganya dalam upayanya menjadi presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin mereka harus memeriksa kemampuan mereka untuk meneliti dan mengumpulkan informasi yang diperlukan sehingga mereka akan mendapatkan informasi yang benar yang akan dipakai sebagai dasar keputusan mereka," kata Aquino kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/9/2011).

Aquino juga meragukan apakah diplomat-diplomat AS di Filipina mendapatkan informasi yang terbaik dan terlengkap yang dipakai sebagai dasar laporan-laporan mereka.

Meski begitu Aquino menegaskan, komentar tidak menyenangkan yang dibocorkan oleh situs WikiLeaks itu tak akan mempengaruhi hubungan negaranya dengan AS.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads