Atas bocornya informasi itu, pemimpin Filipina itu mencetuskan pemerintah AS perlu memperbaiki intelijennya.
Dalam kawat diplomatik bertanggal 22 Januari 2010, Dubes AS untuk Filipina saat itu, Kristie Kenney menyebut Aquino -- yang ketika itu masih menjadi senator -- sebagai orang yang malu-malu dan tidak tegas yang melanjutkan tradisi politik keluarganya dalam upayanya menjadi presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aquino juga meragukan apakah diplomat-diplomat AS di Filipina mendapatkan informasi yang terbaik dan terlengkap yang dipakai sebagai dasar laporan-laporan mereka.
Meski begitu Aquino menegaskan, komentar tidak menyenangkan yang dibocorkan oleh situs WikiLeaks itu tak akan mempengaruhi hubungan negaranya dengan AS.
(ita/nrl)











































