Istri Khadafi, Safiyah, dan tiga orang anaknya (Aisyah, Hannibal, dan Muhammad) masuk ke Aljazair pada Senin (29/8), kemarin. Ikut pula keluarga dari anak-anaknya terebut. Mereka mengungsi melalui perbatasan Aljazair-Libya.
Demikian pernyataan pers yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Aljazair dan dikutip AFP, Selasa (30/8/2011).
"Informasi ini telah dilaporkan ke Sekretaris Jenderal PBB, dewan keamanan presiden dan Mahmud Jibril, presiden eksekutif Dewan Transisi Nasional (NTC)," bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, kediaman Muammar di Tripoli telah dikuasai pemberontak. Lalu, kediaman lainnya berupa villa mewah di Kota Benghazi tak luput dari amuk warga Libya.
Khadafi jadi orang yang paling dicari oleh kaum pemberontak setelah kota Tripoli dikuasai. Pemimpin yang sudah 42 tahun berkuasa itu dihargai Rp 14 miliar dalam keadaan hidup atau mati.
Para pemberontak yang tergabung dalam NTC juga sedang berbenah. Mereka bersiap memindahkan pusat pemerintahan yang sebelumnya berada di Benghazi ke Tripoli.
(irw/irw)











































