Diberitakan AFP, aksi penjarahan ini berlangsung di kota Tripoli, Senin (29/8/2011). Ada sekitar 10 orang pria bersenjata mencoba mencuri peralatan elektronik dan furnitur di kantor tersebut.
Namun, aksi ini bisa dicegah ketika para staf lokal mengontak kaum pemberontak. Para penjarah itu kemudian melarikan diri.
"Kami yakin mereka penduduk sipil yang mencoba menjarah dan mengaku sebagai pemberontak. Hal ini terlihat saat mereka lari saat polisi datang," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Shin Maeng-Ho.
Menurut Shin, ada sejumlah staf lokal dari Libya dan Bangladesh yang berjaga di lokasi. Namun tak ada satu pun yang terluka karena insiden ini.
Sebagian besar pejabat kedutaan Korsel sudah dievakuasi ke Tunisia sejak pertengahan bulan Mei lalu.
(mad/mok)











































